Film "Jangan Panggil Mama Kafir" Tunjukkan Nilai Kemanusiaan!
JAKARTA, THEATERINDONESIA -- Rumah produksi Maxima Pictures bekerjasama dengan Rocket Studio Entertainment kembali menghadirkan karya terbarunya berjudul "Jangan Panggil Mama Kafir", sebuah drama keluarga penuh haru yang mengambil unsur nilai kemanusiaan. Film ini merupakan film ke-60 yang di produksi Maxima Pictures dan menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-21 rumah produksi tersebut di industri perfilman Indonesia.
Fim yang menceritakan tentang Fafat (dibintangi oleh Giorgino Abraham), putra seorang Ustadzah, yang jatuh cinta pada Maria (dibintangi oleh Michelle Ziudith), seorang non-Muslim. Meski banyak halangan dan penolakan, keduanya tetap memperjuangkan hubungan mereka hingga akhirnya menikah dan dikaruniai seorang putri bernama Laila.
Bagi Michelle Ziudith, memerankan Maria adalah pengalaman yang membawanya ke perjalanan batin yang dalam. Ia menggambarkan karakter ini sebagai refleksi tentang cinta seorang ibu yang melampaui batas keyakinan. "Buatku, ini adalah bentuk kasih sayang di tahapan yang lain. Cinta seorang ibu tidak mengenal keadaan atau batas ia merangkul banyak rasa sekaligus," ungkap Michelle.
Dari sisi produksi, Yoen K selaku produser dari Maxima Pictures menegaskan bahwa film ini bukanlah film religi, melainkan film keluarga yang berakar pada nilai kemanusiaan. "Film ini terinspirasi dari kisah nyata, yang ternyata banyak terjadi juga di kehidupan masyarakat kita yang majemuk," ujar Yoen K.
Film ini digarap oleh sutradara Dyan Sunu Prastowo dan juga turut dibintangi oleh Elma Theana, Humaira Jahra, Indra Birowo, Dira Sugangi, TJ Ruth, Gilbert Pattiruhu, dan Prastiwi Dwiarti (Tiwi T2). Film ini akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 16 Oktober 2025!

.jpeg)
Komentar
Posting Komentar